Gowa, Kabartujuhsatu.news, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menghadiri Rapat Evaluasi Brigade Pangan 2024 dan Persiapan Brigade Pangan 2025 di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa , Selasa (25/2).
Seperti yang diketahui, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Tim Brigade Pangan menjadi salah satu garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Kementerian Pertanian bersama Tim Brigade Pangan terus berkomitmen untuk menjadi ujung tombak dalam memastikan kemandirian pangan di Indonesia. Melalui sinergi yang solid, kami berupaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” ujar Mentan.
Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa Brigade Pangan juga bertujuan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan penguatan kelembagaan petani.
“Lebih dari sekedar program ini adalah komitmen bersama dalam memanfaatkan potensi lahan dan membangun ketahanan pangan daerah,” ujar Santi.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar dalam sambutannya menerangkan secara singkat gambaran umum brigade pangan di Sulsel.
"Brigade Pangan di Sulsel, untuk wilayah Oplah tahun 2024 ada 4 kabupaten, yaitu Bone terdapat 27 brigade pangan, Wajo 19 brigade pangan, Sidrap 21 brigade pangan, Pinrang 3 brigade pangan. Dan 1 brigade pangan wilayah non oplah tepatnya di kabupaten Gowa," sebutnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani turut memberikan pandangan terkait perkembangan Brigade Pangan.
Menurutnya, brigade pangan adalah sebuah harapan yang besar untuk memotivasi anak muda agar terlibat di bidang pertanian.
Ia optimis brigade pangan di Sulsel akan berhasil apabila seluruh pihak saling menguatkan kolaborasi dan mengoptimalkan potensi yang ada.
"Yang paling utama adalah bagaimana peningkatan IP berjalan, karena target kita adalah swasembada pangan," sebutnya.
Mewakili Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementan, Hery Wijayanto mengatakan kunjungannya tersebut dalam rangka mengawal dan mengevaluasi Brigade Pangan di Sulsel.
"Kami ingin mendengar masukan atau saran dalam pelaksanaan brigade pangan di lapangan, apa saja yang menjadi kendala dan kondisi real di lapangan demi menyempurnakan program Kementerian Pertanian," sebutnya
Turur hadir pada kegiatan tersebut Kepala BPSI Tanaman Serealia, Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura, BPSIP Sulsel, dan seluruh pendamping brigade pangan Sulawesi Selatan.
(Red)