Surabaya, Kabartujuhsatu.news-Seorang wanita di Surabaya berinisial W menjadi korban penipuan dengan total kerugian Rp 35.300.000,00
Berawal dari wanita Surabaya berinisial W tergabung dalam grup wattshapp event ramadhan, yang di dalam grup tersebut terdapat admin yang mengaku nama Alisa (089678225113) memberikan tugas yang bisa menghasilkan komisi.
Dengan penasaran W ini mencoba tugas tersebut dan diberikan link untuk unduh aplikasi QLAPA, yang kemudian aplikasi tersebut tidak ada di playstore tapi hanya para admin mereka saja yang mengarahkan langkah-langkah untuk mendapat aplikasi tersebut.
Kemudian tugas-tugas dialihkan ke aplikasi tersebut dan grup whattsapp hanya untuk bertanya-tanya jika ada kesulitan dan admin mengarahkan.
Adapun tugasnya adalah mengabsen kehadiran komisinya Rp22.000, tugas follow di 16 merchant yang telah ditentukan pada e-commerce Blibli.com per follow komisi Rp16.000, tugas donasi yang mana member grup transfer untuk donasi Rp110.000, dan dapat cashback Rp180.000. tugas rebutan misi yang mana harus transfer Rp450.000 dan dapat cashback Rp550.000 .
Kegiatan tersebut berjalan lancar 2 hari dan komisinya juga selalu cair tepat waktu. Di hari ke 3 tanggal 28 Maret 2029 ada tugas rebutan misi untuk menjadi Agen.
Agen komisinya lebih besar yaitu Rp50.000 per follow dan banyak cashback dan hadiahnya.
Akhirnya W ditawari untuk jadi agen dan harus mengisi yang 8,5juta untuk dapat 11,3juta. Akhirnya W dimasukkan ke dalam grup baru yang terdiri dari W, 4 orang yang ngakunya member dan 1 admin, jadi 1 grup ada 6 orang.
4 orang yang ngakunya member telah transfer 8,5juta dan akhirnya W juga harus transfer untuk bisa cair rebutan misi dan akhirnya transfer lewat shopeepay sebesar Rp8.500.000 ke rekening BRI atas nama ADAM ABDUL KARIM (378901000031567) .
Ternyata tidak langsung cair dan harus ada mengerjakan tugas beruntun yang diiming imingi ini tugas tidak ada setiap hari jadi beruntung jika hari ini dapat tugasnya soalnya cashback besar dan ada hadiah mesin cucinya.
Akhirnya ke 4 yang mengaku member tersebut langsung mengerjakan tugas beruntun dan kirim bukti transfer Rp26.800.000 tetapi W masih berpikir pikir dan lama untuk mentransfer.
Akhirnya 4 orang yang mengaku member mereka mendesak W ini untuk segera transfer agar bonus cashback sama-sama segera cair dengan nilai Rp47.660.000.
Akhirnya W mentransfer sebesar Rp26.800.000 dari rekening pribadi BRI W ke nomor rekening yang sama dengan sebelumnya yaitu ke rekening BRI ADAM ABDUL KARIM.
Setelah mentransfer ke 2 ternyata tidak langsung cair tetapi ada tugas selanjutnya yang harus mentransfer sebesar 58 juta yang diiming-imingi ini adalah tugas terakhir dan langsung cair 110 jutaan.
4 orang yang mengaku member tersebut langsung mentransfer 58 juta dan W masih tidak mentransfer dan baru tersadar apakah ini sindikat penipuan yang mana 4 member yang lain tersebut termasuk pelakunya untuk memberi bukti agar W percaya kalau bonus tersebut cair.
Tetapi W tetap kekeh tidak mau mentransfer lagi karena curiga mereka bekerjasama untuk mendesak W agar mentransfer .
"Saya juga sempat meminta nomor WA 4 orang yang mengaku member tersebut adapun mereka adalah Firdaus (085757754119), Putri (085198809940), Yanti (085705465754), May (085752422819) .
"Adapun nama tersebut entah nama samaran atau asli kita tidak tau," Ulas W.
Sejak W tersadar kalau dia korban penipuan akhirnya W menelepon Customer Servise Shopeepay dan menjelaskan kronologinya.
Tetapi pihak shopeepay menyayangkan tidak bisa membantu dikarenakan dana sudah berhasil di transfer dan tidak bisa mengembalikannya.
W juga telepon Customer Servise BRI dan menceritakan kronologinya dan Pihan bank BRI juga masih menyelidiki dan kalau dana sudah dipindahkan pelaku ke rekening lain juga tidak bisa kembali ke rekening W.
Pihak bank hanya bisa membantu pemblokiran rekening pelaku setelah W melakukan laporan polisi.
Hingga saat ini W masih menanggung kerugian Rp35.300.000,-
(Redho)